Terakhir bun,
Kakek atau Nenek pasti juga akan mengalami perubahan ketika Bunda sedang hamil lho, apa saja ? yuk
Dengan adanya kehamilan, hubungan antara pasangan dengan orangtuanya mengalami perubahan menjadi lebih dekat. Pasangan merasa nyaman ketika mendapat dukungan dan nasihat dari orangtuanya atas kebingungan dan kekhawatiran yang mereka alami di awal masa kehamilan. Secara internal, pasangan akan melakukan flashback terhadap apa yang sudah diberikan oleh orangtua mereka dari masa kecil sampai dengan saat ini dan ini akan menambah rasa sayang dan terima kasih mereka terhadap orang tua. Namun, di sisi lain muncul pula konflik internal mengenai sebatas mana orangtua boleh terlibat dalam kehidupan mereka karena kadang ditemukan adanya beda pendapat mengenai apa yang terbaik untuk calon anak "versus" calon cucu. Untuk menjembatani hal ini dapat dilakukan suatu pendekatan sejak awal dan dibuat suatu kesepakatan mengenai apa yang dapat dilakukan berdasarkan pengalaman dan perkembangan pengetahuan yang positif terhadap kehamilan dan perawatan bayi.
Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Agustus 2015
Adaptasi Yang Dialami Kakek atau Nenek
Label:
anc,
ante natal care,
asuhan kehamilan,
gravida,
hamil,
kehamilan,
love,
maternitas,
multigravida,
multipara,
pregnancy,
pregnant,
primigravida,
primipara,
trimester I,
trimester II,
trimester III
Adaptasi Yang Dialami Oleh Saudara Kandung Ketika Bundanya Hamil
Halo, lama ngga ngeblog
Langsung aja ya bun, dari judulnya saja pasti sudah paham dong ? Yup, intinya sih adaptasi sang Kakak ketika Ia mau punya Adik.
Jika saudara kandung tidak dipersiapkan dari awal untuk menerima kehadiran adiknya, dikhawatirkan akan terjadi apa yang disebut dengan sibling rivalry. Sibling rivalry yaitu rasa persaingan antar saudara kandung yang disebabkan adanya kekhawatiran ia akan kehilangan kasih sayang dari orang tuanya karen kehadiran adiknya. Ini biasanya terjadi pada anak usia toddler atau antara 2-3 tahun.
Pencegahan dari hal ini dapat dilakukan beberapa langkah antara lain sebagai berikut :
Pertama...
anak diberi tahu sejak awal tentang kehamilan bundanya.
Kedua...
anak toddler diberi kesempatan merasakan bayi yang ada diperut bundanya saat bergerak dalam rahim dan dijelaskan pula bahwa rahim adalah tempat untuk adiknya tumbuh dan erkembang.
Ketiga...
anak dapat dilibatkan untuk membantu mempersiapkan keperluan adiknya, seperti menyusun baju dalam laci serta mengatur tempat tidur dan kamar bayi.
Keempat...
bantu anak menyesuaikan pada perubahan ini.
Kelima...
kenalkan anak dengan profil bayi sehingga anak tidak membayangkan adiknya akan cukup besar untuk diajak bermain.
Keenam...
ajaklah anak ketika bundanya memeriksakan kehamilannya dan diberi kesempatan mendengarkan denyut jantung janin.
Demikian bunda tips dari sya, semoga bermanfaat.
Langsung aja ya bun, dari judulnya saja pasti sudah paham dong ? Yup, intinya sih adaptasi sang Kakak ketika Ia mau punya Adik.
Jika saudara kandung tidak dipersiapkan dari awal untuk menerima kehadiran adiknya, dikhawatirkan akan terjadi apa yang disebut dengan sibling rivalry. Sibling rivalry yaitu rasa persaingan antar saudara kandung yang disebabkan adanya kekhawatiran ia akan kehilangan kasih sayang dari orang tuanya karen kehadiran adiknya. Ini biasanya terjadi pada anak usia toddler atau antara 2-3 tahun.
Pencegahan dari hal ini dapat dilakukan beberapa langkah antara lain sebagai berikut :
Pertama...
anak diberi tahu sejak awal tentang kehamilan bundanya.
Kedua...
anak toddler diberi kesempatan merasakan bayi yang ada diperut bundanya saat bergerak dalam rahim dan dijelaskan pula bahwa rahim adalah tempat untuk adiknya tumbuh dan erkembang.
Ketiga...
anak dapat dilibatkan untuk membantu mempersiapkan keperluan adiknya, seperti menyusun baju dalam laci serta mengatur tempat tidur dan kamar bayi.
Keempat...
bantu anak menyesuaikan pada perubahan ini.
Kelima...
kenalkan anak dengan profil bayi sehingga anak tidak membayangkan adiknya akan cukup besar untuk diajak bermain.
Keenam...
ajaklah anak ketika bundanya memeriksakan kehamilannya dan diberi kesempatan mendengarkan denyut jantung janin.
Demikian bunda tips dari sya, semoga bermanfaat.
Label:
anc,
ante natal care,
asuhan kehamilan,
gravida,
hamil,
kehamilan,
love,
maternitas,
multigravida,
multipara,
pregnancy,
pregnant,
primigravida,
primipara,
today,
trimester I,
trimester II,
trimester III
Rabu, 08 Juli 2015
Adaptasi Yang Dialami Oleh Ayah Selama Bunda Hamil
Selama masa kehamilan ayah juga mengalami adaptasi peran yang cukup menimbulkan stres tersendiri.
Pertama...
Sumber stres ayah antara lain :
- Masalah keuangan.
- Cemas bayinya tidak sehat/tidak normal.
- Khawatir tentang nyeri istrinya saat melahirkan.
- Kondisi yang tidak diinginkan selama hamil.
- Peran setelah istrinya melahirkan.
- Kemampuan sebagai orang tua.
- Perubahan hubungan dengan istri, keluarga, dan teman-temannya.
Kedua...
Perubahan psikologis ayah dalam rangka pencapaian penerimaan peran barunya sejalan dengan fase-fase yang dialami oleh istrinya. Secara umum ayah yang stres menyukai anak-anak, senang berperan sebagai ayah dan senang mengasuh anak. Percaya diri dan mampu menjadi ayah serta senang membagi pengalamannya tentang kehamilan dan melahirkan dengan pasanganya.
Dan ini nih step by step perubahan ayah mulai trimester I.
Pada timester I ayah pasti akan memberitahu keluarga, teman, dan relasinya masalah kehamilan sang istri. Lalu sering bingung terhadap perubahan istrinya, meliputi perubahan perasaan dan tubuhnya. Ia memperhatikan kebutuhan istrinya yang mudah lelah dan menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual. Saat ini, anaknya adalah bayi yang "potensial". Ayah sering dibayangkan berinteraksi dengan anaknya yang sudah berusia 5 atau 6 tahun, walaupun kehamilan istrinya belum kelihatan.
Pada trimester II, ayah akan merasa lebih nyaman dengan dapat melihat anaknya pada pemeriksaan USG. Ayah juga akan khawatir tentang pembagian peran antara mencari nafkah dan membantu istrinya mengurus anak. Pada tahap ini kadang timbul konflik pada pasangan mengenai bagaimana ia akan menjadi ayah. Peran ayah saat ini samar, tetapi kebingungan atas keterbatasannya menurun dengan melihat serta merasakan gerakan fetus.
Nah untuk trimester III, ayah mulai timbul rasa takut, timbul rasa tidak percaya, seperti apakah ia akan benar-benar mempunyai anak ? Lalu timbul pertanyaan dalam benak "seperti apa menjadi orang tua?" atau "dapatkah ia membantu istrinya selama proses persalinan?". Terlibat dalam kelas bersama, medampingi istrinya saat memeriksakan kehamilan menjelang persalinan juga membuat ayah merasa deg-degan lho bun. Persiapan yang nyata terlihat kok demi kelahiran bayinya.
Semoga bermanfaat ya bun...
Pertama...
Sumber stres ayah antara lain :
- Masalah keuangan.
- Cemas bayinya tidak sehat/tidak normal.
- Khawatir tentang nyeri istrinya saat melahirkan.
- Kondisi yang tidak diinginkan selama hamil.
- Peran setelah istrinya melahirkan.
- Kemampuan sebagai orang tua.
- Perubahan hubungan dengan istri, keluarga, dan teman-temannya.
Kedua...
Perubahan psikologis ayah dalam rangka pencapaian penerimaan peran barunya sejalan dengan fase-fase yang dialami oleh istrinya. Secara umum ayah yang stres menyukai anak-anak, senang berperan sebagai ayah dan senang mengasuh anak. Percaya diri dan mampu menjadi ayah serta senang membagi pengalamannya tentang kehamilan dan melahirkan dengan pasanganya.
Dan ini nih step by step perubahan ayah mulai trimester I.
Pada timester I ayah pasti akan memberitahu keluarga, teman, dan relasinya masalah kehamilan sang istri. Lalu sering bingung terhadap perubahan istrinya, meliputi perubahan perasaan dan tubuhnya. Ia memperhatikan kebutuhan istrinya yang mudah lelah dan menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual. Saat ini, anaknya adalah bayi yang "potensial". Ayah sering dibayangkan berinteraksi dengan anaknya yang sudah berusia 5 atau 6 tahun, walaupun kehamilan istrinya belum kelihatan.
Pada trimester II, ayah akan merasa lebih nyaman dengan dapat melihat anaknya pada pemeriksaan USG. Ayah juga akan khawatir tentang pembagian peran antara mencari nafkah dan membantu istrinya mengurus anak. Pada tahap ini kadang timbul konflik pada pasangan mengenai bagaimana ia akan menjadi ayah. Peran ayah saat ini samar, tetapi kebingungan atas keterbatasannya menurun dengan melihat serta merasakan gerakan fetus.
Nah untuk trimester III, ayah mulai timbul rasa takut, timbul rasa tidak percaya, seperti apakah ia akan benar-benar mempunyai anak ? Lalu timbul pertanyaan dalam benak "seperti apa menjadi orang tua?" atau "dapatkah ia membantu istrinya selama proses persalinan?". Terlibat dalam kelas bersama, medampingi istrinya saat memeriksakan kehamilan menjelang persalinan juga membuat ayah merasa deg-degan lho bun. Persiapan yang nyata terlihat kok demi kelahiran bayinya.
Semoga bermanfaat ya bun...
Senin, 06 Juli 2015
Latar Belakang Kehamilan
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya, dalam kasus kembar, atau triplet/kembar tiga).
Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebutprimigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.
Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebutprimigravida atau gravida 1: seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.
Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi hidup yang baru.
Langganan:
Postingan (Atom)